Suami mengurus istri atau istri mengurus suami?

Rumah tangga merupakan suatu bentuk kerjasama antara anggota keluarga. Di dalamnya di perlukan pembagian tugas yang adil dan merata sesuai kemampuan masing-masing. Pembagian tugas dicanangkan bersama melalui kesepakatan bersama antara pemimpin keluarga dan semua anggota keluarga yang lain. Begitu juga tugas domestik. Maka tak perlu ada istilah suami mengurus istri atau istri mengurus suami.

Pada kebanyakan tradisi masyarakat, tugas domestik dibebankan kepada istri. Meski dirumah tidak memiliki asisten rumah tangga. Sang istri bekerja sepanjang haru mengurus semua tugas domestik, sementara suami cukup dengan tugas mencari nafkah diluar rumah.

Sekilas tampak normal, namun lihatlah keadaan istri yang kumuh, lusuh, dan berantakan. Lalu suami pulang masih dengan baju kerja yang rapi, wangi, dan modis. Bagaimana menurut anda?

Terkadang ada suami yang masih juga memarahi istrinya karena tidak pernah berdandan. Coba anda lihat lagi wahai suami. Siapa yang menjadikan istri anda seperti itu? tentu anda sendiri.

Dalam tuntunan 4 mazdhab imam besar yaitu Al Hanafi, Malaki, As Syafi’i, Hanabiah, bahkan satu madzhab lagi Az Zhahiri menerangkan bahwa tugas-tugas domestik rumah tangga merupakan tugas suami. Dalam salah satu kutipan dari sebuah kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab karya Abu Ishaq Asy-Syirazi rahimahullah, ” Tidak wajib atas istri berkhidmat untuk membuat roti, memasak, mencuci dan bentuk khidmat lainnya, karena yang ditetapkan (dalam pernikahan) adalah kewajiban untuk memberi pelayanan seksual (istimta’), sedangkan pelayanan lainnya tidak termasuk kewajiban”

Sudah jelas bukan? Lalu apa tugas istri, tugas istri hanyalah dalam hal pelayanan seksual karena perjanjian akad nikah adalah dalam hal tersebut.

“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)

Jika istri kelelahan karena pekerjaan rumah tangga hingga tak mampu memenuhi kebutuhan seksual suami, ia kelelahan hingga tertidur. Lalu?

Selanjutnya tugas seorang istri adalah menjaga kehormatan suaminya serta mendapat ridho suaminya. Pandangan berbeda disampaikan oleh kajian fikih kontemporer karya Yusuf Al Qardhawi bahwasanya istri juga berkhidmat pada suami namun istri harus digaji karena tugas-tugasnya tersebut. Karena istri telah kehilangan waktunya, masa mudanya, dan pikirannya bahkan tidak jarang harta dan jiwanya untuk suami dan anak-anaknya.

Sudah menjadi sebuah keharusan bagi seorang suami untuk senantiasa belajar dari sumber yang terpercaya bukan hanya dari seorang yang bicara dengan logikanya sendiri yang tentu didampingi dengan nafsu. Muliakanlah istrimu, karena rejeki ada disana.

Putri Rasulullah mengerjakan semua tugas rumah tangganya sendiri, hingga ia pun kelelahan dan meminta salah satu budak untuknya. Tetapi Rasulullah tidak memberinya karena beliau mengajarkan do’a-do’a agar batu bisa menumbuk sendiri hingga jadilah tepung roti. Apakah anda juga akan begitu para suami? Jika anda mampu ajarkan istri anda do’a agar makanan bisa matang sendiri.

Maka berilah istri anda asisten rumah tangga untuk membantunya. Jika pun tidak bisa maka bantulah ia mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Hal itu tidak akan menurunkan wibawa anda sebagai laki-laki atau suami.

Dengan demikian bukanlah suami mengurus istri atau istri mengurus suami. Namun saling membantu dan bekerjasama demi ketentraman bersama. Perlu diingat bahwa syari’at bukanlah adat maka yang harus didahulukan adalah syari’at bukannya adat. Syari’at harus didahulukan dari pada adat.

Wallahua’lam bishawab

Advertisements

One thought on “Suami mengurus istri atau istri mengurus suami?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s