Inilah tugas mulia suami

Seorang mempunyai peran yang amat penting dalam keluarga sebagai seorang penentu atmosfer sebuah keluarga. Tugas mulia suamilah yang akan membuat sebuah keluarga menjadi sakinah, mawwadah, dan warohmah. Untuk itu para suami wajib mengetahui apa sebenarnya tugas mulia seorang suami.

  1. Mempergauli istri dengan baik
    Istri dengan berbagai karakter bentukan lingkungan sebenarnya memiliki sifat dasar yakni tulang tusuk yang bengkok. Karenanya istri akan menjadi qonaah ketika diperlakukan dengan lembut, dan menghindari menyakiti hatinya. Sebab, seorang wanita yang hatinya tersakiti tidak akan pernah lupa pada sakit hatinya meski ia tak lagi meneteskan air mata atau bermuka masam. Janganlah seorang suami melampiaskan amarah kepada istrinya apalagi sampai memukulnya kecuali jika ia melanggar syariat.
    2. Memberi nafkah dengan harta dan cara yang halal
    Sudah menjadi tugas suami untuk memberi nafkah istri dan anak-anaknya. Nafkah tersebut harus didapat dari cara yang halal misalkan bekerja ditempat halal atau berwirausaha dengan halal. Harta haram akan membawa petaka bagi keluarga. Seorang suami mendapat gelar qawwam ketika ia mampu memberikan nafkah halal bagi istri dan anaknya. Bahkan nafkah tersebut melebihi keutamaan sedekah. Nafkah kepada keluarga adalah yang paling besar pahalanya.
    ”Cukuplah seorang dianggap berdosa, ketika ia menyia-nyiakan orang yang berada dalam tanggungannya”
    3. Menjadi imam yang baik untuk istri dan anaknya
    Imam yang baik adalah teladan yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Bukan disebut imam ketika seorang ayah menyuruh anaknya pergi mengaji di mushola sehabis maghrib namun sang ayah di rumah menonton tv. Maka, seorang imam adalah yang bangun lebih dahulu dari pada yang dipimpinnya dan tidur lebih larut ketika yang dipimpinnya belum tidur karena harus bekerja untuknya. Baginda Rasulullah SAW tidak pernah tidur sebelum shalat Isya, meski shalat Isya dilakukan pada malam hari. Bahkan beliau memiliki waktu tidur yang sedikit.
    4. Memberi kesempatan istri untuk mengembangkan ilmu dan diri
    Istri sebenarnya punya kecerdasan luar biasa. Sebagai contoh ibunda Khadijah, seorang wanita kaya dengan kemampuannya berdagang hingga mempertemukannya dengan Rosulullah SAW. Suami yang sibuk dengan pekerjaanya tidak dibenarkan mengabaikan hak istri untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Bahkan, akan menjadi sebuah kebahagiaan ketika suami mendukung istri mengembangkan potensinya dan menambah ilmu pengetahuannya.
    5. Mendidik anak-anak untuk memuliakan ibunya
    Ajarkan kepada anak-anak untuk menghargai ibunya, meski sang ibu tak bekerja pun tak bersekolah tinggi. Ibu telah mengorbankan waktu, jiwa, fisik, dan apasaja yang bisa ia korbankan demi keluarganya agar tetap dalam Ridho Allah.
    Seorang suami yang memuliakan istrinya berarti mengajarkan anak-anaknya untuk berbuat mulia juga kepada pasangannya kelak. Rosulullah mengajarkan agar orang yang harus lebih dahulu dimuliakan adalah ibu, bahkan hingga menyebutnya tiga kali.
    6. Bijak menyikapi kekurangan istri
    Kekurangan dimiliki oleh semua orang baik laki-laki maupun perempuan. Tidak seorang pun berhak menuntut kesempurnaan kepada orang lain karena ia sendiripun tak sempurna. Oleh karena itu, kekurangan bukanlah hal yang seharusnya memicu konflik namun harus menjadi bahan untuk saling membantu. Kekurangan yang dimaksud bukanlah dalam hal kemaksiatan atau perbuatan tercela namun lebih kepada yang bukan prinsip. Misalnya jika istri tak bisa memasak, maka sang suami perlu berlaku bijak untuk tidak memarahi istrinya atau menghinanya bahkan bermuka masam kepadanya. Namun, jika istri berperangai buruk misalkan enggan shalat atau puasa maka wajib bagi suami untuk tegas memberi peringatan kepadanya.
    7. Membantu pekerjaan istri
    Telah kita ketahui bersama bahwa pekerjaan rumah tangga sama sekali bukan kewajiban istri. Namun, istrilah yang bertanggung jawab terhadap rumah suaminya. Hal itu bisa dilakukan dengan meminta bantuan asisten rumah tangga atau membagi tugas pekerjaan rumah kepada setiap anggota keluarga. Sebuah keluarga akan harmonis ketika setiap anggotanya punya keinginan untuk saling meringankan beban yang lainnya. Suami yang membantu perkerjaan rumah akan mendapat nilai lebih dimata istrinya dan limpahan pahala dari Allah SWT.

Rosulullah SAW berpesan kepada semua suami bahwa, ” Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik kepada istrinya” (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Baghawy). Seorang lelaki yang mulia pasti memuliakan istrinya. Seorang suami akan mendapat gelar qawwam ketika ia meneladani Rosulullah SAW dalam mempergauli istrinya. Sebagaimana beliau telah mencontohkan tugas mulia seorang suami kepada keluarganya. Maka bagi para suami tugas mulia ini akan menjadi lahan perjuangan anda didunia dan akan anda dapatkan hasilnya di dunia dan akhirat.

 

Wallahua’lam bishawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s