Jangan mau menanggung dosa orang lain

Tidak lah sebuah dosa kita tanggung melainkan karena kitalah penyebab dosa itu dan tak satupun manusia di bumi ini yang tidak berdosa. Setiap individu memikul dosanya pada hari perhitungan kelak dengan susah payah. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban.

Diantara mereka ada juga yang memikul dosa orang lain, seperti dalam potongan ayat berikut ini:
لِيَحْمِلُوا أَوْزارَهُمْ كامِلَةً يَوْمَ الْقِيامَةِ وَمِنْ أَوْزارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ
Artinya: “(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosa mereka sepenuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa orang-orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).” (QS. An-Nahl [16]: 25)

Inilah dosa para da’i yang tidak berhati-hati dengan lidahnya. Tidak berfikir dan mencari sebaik-baik informasi hingga dengan mudah menyebarkan informasi yang tidak benar. Singkatnya tidak terlebih dahulu tabayyun hingga informasinya yang ternyata salah diikuti orang lain lagi.

Jika kita hendak menyampaikan informasi, ilmu, atau hal apapun yang kita dapat dari manapun akan lebih bijak untuk bertabayyun. Mencari tahu informasi itu dengan sebenar-benarnya dari sumber manakah dan siapa yang menyampaikan.

Dan firman-Nya:
وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالا مَعَ أَثْقَالِهِمْ
Artinya: “Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 13)

Hal ini juga berlaku bagi para pencipta sarana kemaksiatan. Pemilik diskotik yang didalamnya diizinkan adanya khamr dan perzinaan. Maupun situs-situs yang menyediakan jasa-jasa pelacuran atau berisi cerita maupun video mesum. Pemiliknya, penulisnya, pembacanya, penyebarnya, semua memikul dosa mereka dan dosa orang yang mengikuti mereka.

Segala hal yang buruk maka akan buruk akibatnya. Dosa berantai ini akan berlanjut selama masih ada yang mengikutinya. Maka berhati-hatilah dengan apa yang diucapkan maupun dituliskan karena tidak akan ada yang luput dari pengadilan Allah.

Dosa yang kita lakukan tanpa sempat kita mintakan ampun kepada Allah sudah menjadi beban kita kelak di akhirat. Maka jangan sampai kita memikul dosa orang lain. Beristighfar dan berbuat amal sholeh. Perbaiki hubungan dengan Allah dan manusia. In Shaa Allah cahaya kan datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s