Ternyata pacaran itu dzalim

 

Islam memberi peraturan sesuai dengan kebutuhan manusia dan untuk kebutuhan manusia. Islam melarang pacaran bukan tanpa alsan dan bukan peraturan mengada-ada. Pelarangan zina, termasuk didalamnya pacaran, adalah karena hal itu membawa kedzaliman. Dengan begitu sudah bisa dipastikan bahwa pacaran itu dzalim, yaitu dzalim kepada diri sendiri, orang tua, dan kepada jodoh si pacar. Kenapa bisa?

Pacaran merupakan hubungan yang tidak resmi antara dua manusia. Didalamnya terdapat aktivitas yang tidak seharusnya dilakukan oleh sepasang manusia tanpa adanya restu dari Allah. Pacaran menimbulkan mudharat besar, dosa, bahkan mendekati zina. Zina mata, hati, telinga, semua zina ada disana. Dan apa yang akan dibawa oleh zina jika bukan dosa?

Allah tidak meridhoi apapun yang menyebabkan kemudharatan bagi manusia. Perbuatan yang menimbulkan mudharat tentulah perbuatan dzalim. Dalam berpacaran terdapat banyak perbuatan haram yang akan menimbulkan mudharat bagi diri sendiri, maka orang yang yang berpacaran adalah orang yang mendzalimi dirinya sendiri. Karena ia telah kehilangan haknya untuk lebih dekat dengan Allah karena terhalang perbuatan haramnya. Hak diri untuk mendapat ridho Allah telah berkurang karena berkurangnya interaksinya kepada Allah.

Kebanyakan remaja pra nikah maupun remaja sekolah mengatakan bahwa pacaran adalah penyemangat belajar. Entah dari mana ungkapan seperti ini asalnya, namun pacaran sama sekali bukan penyemangat belajar. Justru penjerumus lembah kemaksiatan. Masih ingat pembunuhan seorang gadis oleh pacarnya karena tak mau diajak berhubungan intim? Apa itu yang disebut dengan penyemangat?

Masih banyak kasus mengerikan yang disebabkan oleh pacaran. Lalu, orang tualah yang dipertanyakan tanggung jawabnya oleh masyarakat. Padahal pelaku kesalahan adalah sang anak yang mungkin saja tidak mendengar nasehat orang tuanya. Disinilah letak kedzaliman si anak kepada orang tua karena pacaran. Si anak lebih banyak meluangkan waktu ngobrol, curhat, bahkan menggunakan uang orang tua untuk pacarnya. Apakah itu tidak dzalim? Gunakanlah hati untuk merenung bukan hanya logika pembelaan yang akan membenarkan setiap kesalah yang dilakukan. Berpacaran mendzalimi orang tua, mengabaikan hak-haknya, dan membuat mereka ikut ditanyai malaikat kelak di hari pengadilan akan pergaulan anaknya.

Seindah apapun pacaran, sebaik apapun orang yang menjadi pacar, atau pacaran positif lainnya, pacaran tetaplah pelanggaran perintah Allah. Perbuatan dzalim yang dipandang biasa. Dalam masyarakat pacaran bahkan menjadi keharusan dan kebanggaaan. Padahal sejatinya pacaran itu mendzalimi jodoh alsi orang yang dipacari.

Belum tentu orang kini dipacari adalah orang yang akan menjadi pasangan sejati dalam pernikahan. Jika ternyata orang sekarang sedang menjadi pacar adalah jodoh orang lain maka kita telah mendzalimi orang itu dengan membuat jodohnya tidak suci lagi. Hatinya telah ternoda bahkan banyak yang tubuhnya telah digunakan untuk zina. Naudzubillah min dzalik. Begitulah adanya, ketika kita memacari seseorang kita telah menodai kesuaciannya yang berarti telah menyisakan orang yang tidak suci untuk orang lain. Ini adalah bentuk kedzaliman yang tidak disadari.

Oleh karena itu, hindarilah pacaran. Jauhu pergaulan penyebab pacaran. Isilah hari-hari pemberian Allah dengan hal positif yang tanpa pacaran dan khalwat. Setan berperan besar dalam pacaran.
“Janganlah seorang pria berkhalwat (berduaan dengan wanita), kecuali wanita itu disertai mahram-nya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan” (HR Muslim).

Setanlah penyebab buruknya pergaulan. Meski tak kasat mata,namun setan mampu menyusup kedalam jiwa. Jiwa yang tak terpaut kuat Rabbnya akan mudah terperangkap dalam kemaksiatan dan salah satu pintu kemaksiatan itu adalah pacaran. Pacaran adalah pintu gerbang menuju zina.
Jagalah jodoh orang lain agar jodoh kalian juga dijaga orang lain. Berusalahalah untuk menjaga diri, menjaga kesucian hati, selanjutnya pasrahkan kepada Allah apa saja takdir yang akan terjadi kemudian hari.

Wallahua’lam bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s