7 kesalahan ayah yang harus dihindari

Karakter anak dibentuk oleh kedua orang tuanya. Anak melihat apa yang dilakukan dan diekspresikan oleh ayah maupun ibunya. Sayangnya, anak terlalu banyak hanya berinteraksi dengan ibu sedangkan ayah lebih banyak diluar mencari nafkah. Inilah kesalahan para ayah dibeberapa banyak daerah, mereka kurang berperan dalam tumbuh kembang pribadi anak. Akibatnya, anak kurang sentuhan kasih sayang ayahnya. Kesalahan ayah yang harus dihindari agar anak berkembang dengan baik, diantaranya:

  1. Ayah tidak tahu perkembangan anak

Selama 24 jam waktu dalam sehari yang dimiliki seorang ayah, sebagian besar dihabiskan diluar rumah. Kewajiban seorang ayah memang mencari materi demi memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, si ayah lupa bahwa anak bukan hanya butuh jajan, mainan, atau bentuk benda mati lainnya. Anak butuh ayah yang mengajarkannya menghadapi rasa takut, belajar bertanggung jawab, dan merasa aman.

  1. Menyerahkan urusan pendidikan anak kepada ibu

Ibu memang madrasah pertama bagi anak-anak, tetapi telah kita ketahui bersama bahwa ayahlah sang kepala madrasahnya. Ayahlah yang menjadi penentu kebijakan terkait muara keluarga. Ayah yang seharusnya menentukan pendidikan apa yang tepat untuk anaknya. Tentu dengan tidak mengabaikan pendapat ibu dan si anak sendiri. Ulama besar seperti Hasan Al Banna bahkan membantu anak-anaknya merapikan buku-buku sebelum mereka berangkat belajar. Ayah bukan hanya pencari nafkah. Allah telah memberi banyak kelebihan bahwa Ayah adalah penentu jalannya keluarga. Karena Allah telah menciptakan fisik yang kuat, hormon yang tidak fluktuatif, dan otak yang cenderung memikirkan teknis. Maka dari itu sudah seharusnyalah Ayah penentu pendidikan anak bahkan juga pendidikan istri.

  1. Ayah yang tidak bersahabat dengan anak

Anak usia sekolah sudah mulai mengenal dunia teman dan sahabat. Mereka suka berkelompok dengan teman sehobi atau hanya sekedar teman sekelas. Peran orang tua tak lagi menjangkau seluruh aspek aktifitas anak. Mereka sudah mulai membaur dengan berbagai orang dengan berbagai karakter. Maka, seorang Ayah perlu menjadi sahabat bagi anaknya. Tidak lagi ada kata perintah seperti militer dititik ini. Sebaliknya, Ayah perlu menyelami dunia anak dan menjadi sahabat anak agar Ayah tidak kehilangan keakraban dengan anaknya. Dalam keadaan sepenat apapun Ayah karena bekerja, ia tak boleh bermuka masam ketika sampai dirumah. Apalagi marah ketika ditegur oleh anggota keluarga baik itu ibu maupun anak. Karena seburuk apapun situasi kantor Ayah, bukan salah keluarga di rumah.

  1. Ayah yang menomorduakan keluarga

Anak tanpa Ayah bukan hanya bagi mereka yang Ayahnya telah meninggal, tapi berlaku juga bagi anak yang Ayahnya sibuk tanpa sempat berinteraksi dengan anaknya. Begitu banyak agenda Ayah hingga sekretaris kantornya pun kebungungan mengatur jadwalnya. Itulah Ayah, Ayah tanpa anak. Setiap hari meeting, bussines trip, atau seabrek kegiatan dinas yang tak bisa ditinggalkan. Sayang bonusnya, bukan sayang anaknya. Ayah matre. Seharipun tak bisa bolos kerja meski anaknya sedang mendapat penghargaan di sekolah, atau anaknya diskors satu minggu, atau tengah terkapar dirumah sakit akibat tipes. Ayah sibuk kerja, anak dengan ibu saja cukup. Ayah seperti itukah Anda?

  1. Ayah yang sibuk lembur

Jam kerja orang indonesia rata-rata 8 jam, jika lembur maka akan mendapat income tambahan. Semua Ayah bangga dengan penghasilan yang lebih dari biasanya. Maka lemburlah caranya, disinilah waktu dihabiskan demi bisa membayar cicilan rumah, mobi, motor, asuransi dan masih banyak lagi. Tapi ada cicilan yang tak bisa dibayar karena itu yaitu cicilan kasih sayang. Waktu bersama keluarga yang hilang diambil oleh dana lembur. Bukan tidak boleh, tapi cukup dipertimbangkan. Anak hanya akan berusia 3 tahun sekali seumur hidupnya, tidak akan ada lagi usia 3 tahun yang kedua atau seterusnya. Menjadi balita pun hanya sekali, jika Ayah tidak bersama anak selama masa balitanya maka ia tak akan memenuhi hati anaknya.

  1. Ayah yang tidak memberi kesan kepada anak

Pergi pagi sebelum matahari terbit dan pulang malam setelah semua anggota keluarga terlelap, itulah pengorbanan seorang Ayah. Tak kenal lelah mencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarga. Tapi, jangan lupa hidup bukan hanya soal materi, hidup adalah perjuangan menuju ridho Allah. Ayah harus menjadi yang utama dihati anaknya, bukan hanya ibu. Maka Ayah perlu memberi kesan terbaiknya selama bertemu dengan anak. Quallity time, itulah sebutannya. Berikan sepenuh waktu ketika sedang bersama anak, bukan hanya sambilan. Anak bukan sampingan, tapi anaklah yang utama. Dialah penerus keturunan. Akankah menjadi generasi Rabbani? Manfaatkanlah waktu yang ada untuk membuat kesan terbaik bagi anak. Ciptakan suasana-suasana yang hangat, penuh kasih sayang, dan bermanfaat antara Ayah dan anak. Jangan biarkan anak kehilangan Ayah bahkan disaat Ayah masih kua dan sehat.

  1. Ayah yang tidak menjadi teladan

Sejatinya Ayah adalah pemberi contoh bagi anak-anaknya. Apa yang dilakukan Ayah akan ditiru oleh anak-anaknya. Sayangnya, masih ada saja Ayah yang tidak memberi teladan yang baik bagi anaknya. Contoh kecil misalnya, waktu ashar telah tiba, Ayah memanggil anaknya dan menyuruhnya ke masjid untuk shalat dan mengaji, tapi apa yang dilakukan Ayah? Ia hanya duduk nonton TV. Anak akan bimbang bahkan bisa jadi suatu saat akan melawan Ayahnya. Karena si Ayah tidak melakukan apa yang ia anjurkan kepada anaknya.

Sebagai seorang Ayah, sudah menjadi tanggung jawabnya bahwa Ayah adalah pemimpin dan teladan bagi anak-anaknya. Ayah yang gagal akan menciptakan generasi yang gagal. Anak adalah amanah dari Allah yang harus dididik dan diarahkan dengan benar sesuai dengan perintah Allah. Maka hindarilah kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh para Ayah seperti diatas.

Wallahua’alam bishawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s