Istri Minta Cerai

PhotoGrid_1471486208791Pernikahan tak selalu sesuai harapan. Kerap kali terjadi konflik yang menumpuk hingga terjadilah pertengkaran besar yang membuat suami atau istri menginginkan perceraian. Meski talak ada ditangan suami, namun Islam dengan bijak mempersilahkan jika sang istri yang minta diceraikan.

Ada beberapa alasan yang dibolehkan bagi para istri untuk meminta cerai suaminya.

  1. Suami tidak shalat

Shalat adalah tiang agama, jika tak shalat maka runtuhlah keislaman dari seseorang. Bahkan bisa dikatakan orang itu telah kafir. Seorang wanita muslim tidak diizinkan untuk mempunyai seorang suami kafir. Dikarenakan pembeda antara orang kafir dan orang mukmin adalah shalatnya. Maka dari itu, istri diizinkan untuk minta diceraikan jika suami tak mau bertaubat.

  1. Suami melakukan perbuatan keji

Tidak ada istri yang mau punya suami pelaku perbuatan keji. Suami yang melakukan perbuatan keji tidak akan menentramkan hati istrinya. Tidak akan ada sakinah, mawadah, dan warohmah dalam pernikahan dengan seorang pelaku kekejian. Perbuatan keji yang dilakukan oleh seorang suami seperti zina dalam bentuk apapun meski hanya sebatas sms atau chat tetap perbuatan haram. Zina sudah sepatutnya dihukum rajam seperti hukum islam baik pezina beda jenis maupun sesama jenis. Maka dihalalkan bagi istri untuk meminta cerai kepada suami yang seperti ini. Namun, jika suami bertobat maka sang istri boleh untuk minta cerai maupun tidak

  1. Suami suka bertindak kasar

Suami yang memukul istrinya tanpa alsan syar’i maka disebut suami dzalim. Istri dibolehkan meminta cerai dari suami seperti ini karena keselamatan jiwanya terancam. Jika tetap menjadi istri dari lelaki seperti ini, maka hidupnya akan penuh dengan kesengsaraan. Istri yang suaminya suka bertindak kasar boleh meminta cerai bahkan mengadukannya ke pihak yang berwajib.

  1. Suami tidak memberi nafkah dalam waktu lama

Kewajiban bagi suami adalah memberi nafkah lahir dan bathin bagi istrinya. Jika tak ada nafkah yang diberi maka tidak layak mendapat predikat suami. Karena suami mulia karena memuliakan istrinya dengan ridho Allah. Istri boleh mengajukan cerai kepada suami yang tidak mau memberi nafkah kepada istri dan keluarganya. Jika istri tetap bertahan dengan pernikahan ini maka akibatnya adalah terjadinya ketidakadilan dalam pembagian peran dalam keluarga. Hal ini memicu kerancuan dalam pemberian model keluarga pada anak yang justru akan berakibat perkembangan jiwa yang tidak sehat.

  1. Suami mengalami penyakit berbahaya

Suami yang mengidap penyakit berbahaya semacam aids atau penyakit berbahaya menular lainnya seperti HIV akan berakibat buruk bagi istri. Selain kesehatan istri berkurang karena tertular penyakit si istri juga mengalami kondisi kejiwaan yang tidak stabil. Keadaan ini justru mendzalimi istri. Dalam hal ini maka si istri dibolehkan meminta cerai kepada suaminya karena takut akan bahaya yang akan dialaminya.

  1. Suami memiliki cacat fisik

Pernikahan yang sehat adalah penikahan yang melahirkan generasi penerus yang berjuang untuk Allah. Jika istri sudah tidak nyaman dengan suaminya karena hal-hal yang dibenarkan syari’at maka perceraian menjadi pilihan yang tidak diharamkan. Bahkan sebuah kisah tentang istri yang meminta cerai kepada suaminya lantaran fisik suami yang tidak disukai istri saja dibolehkan.
Ada kisah tentang istri Tsaabit bin Qois yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, suamiku Tsaabit bin Qoistidaklah aku mencela akhlaknya dan tidak pula agamanya, akan tetapi aku takut berbuat kekufuran dalam Islam”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,”Apakah engkau (bersedia) mengembalikan kebunnya (yang ia berikan sebagai maharmu)?”. Maka ia berkata, “Iya”. Rasulullah pun berkata kepada Tsaabit,”Terimalah kembali kebun tersebut dan ceraikanlah ia !”(HR Al-Bukhari no 5373).

Islam mengatur kehidupan rumah tangga agar sakinah, mawaadah, warohmah. Ketika pernikahan itu tidak memiliki visi dan misi kearah yang demikian maka dari istri atau suami boleh memutuskan perceraian. Istri yang meminta cerai tidak dilarang dalam Islam. Namun, jika ia memilih bertahan dengan keadaan konflik pun ia butuh pendamping yang mendukungya untuk bertahan sehingga ia tak merasa sendiri.

Wallahua’lam bishawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s