Laki-laki baik hanya untuk wanita baik dan sebalikanya, benarkah?

pasutri_muslim-20140705-editor-005Seseorang pasti menginginkan jodoh yang terbaik bagi dirinya. Ingin yang baik rupanya, akhlaknya, dan banyak hartanya. Wanita baik-baik hanya untuk laki-laki baik-baik begitupun sebaliknya. Kalimat ini sudah menjadi mainstream yang dianut oleh hampir semua muslim. Namun, benarkah demikian?

Popularnya kalimat tersebut sebenarnya diambil dari ayat Al Qur’an surat An Nur ayat 26:
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”

Apa sebenarnya makna yang terkandung dalam ayat tersebut? Sebab turunnya ayat diatas adalah ketika Aisyah mendapat fitnah ketika terpisah dari rombongan Rasulullah. Aisyah r.a dituduh berkhianat terhadap Rasulullah. Hingga Allah dengan ayat ini memberitahukan bahwa Aisyah bersih dari apa yang dituduhkan.

Maka yang dimaksud didalamnya adalah yang baik untuk yang baik, menurut siapa? Tentu saja menurut Allah. Kita ingat sejenak kisah Asiyah yang begitu taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala namun mendapatkan suami seorang penentang Allah yaitu Firaun. Adakah kisah ini bertentangan dengan ayat dari surat An Nuur ayat 26 diatas? Kita ingat juga kisah Nabi Nuh dan Nabi Luth yang mempunyai istri pembangkang. Maka ada hal yang perlu kita lihat lebih dalam pada ayat ini.

Wanita atau laki-laki yang baik saat ini belum tentu baik dimasa yang akan datang, begitupun sebaliknya yang buruk saat ini belum tentu buruk dimasa yang akan datang. Kita tidak tahu misteri masa depan. Semua ada dibawah kendali langit. Ada pasangan yang datang sebagai ujian bagi kita agar Allah menaikkan derajat kita. Maka pasangan ini baik untuk kita menurut Allah, meski dimata kita dia amat buruk. Namun, Allah dengan segala kemahakuasaaNya mampu mengubah dengan cara dan waktu yang sempurna untuk kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Aisyah terjaga dari keburukan sejak kecil, dipelihara dengan pendidikan yang baik oleh ayahnya Abu Bakar As Syiddik. Sedangkan Rasulullah telah kita ketahui bersama bahwa Rasulullah adalah manusia terbaik maka Allah pun menyandingkannya dengan pasangan terbaik. Itulah hadiah dari Allah didunia untuk Rasulullah yang telah ditempa dengan berbagai ujian.

Asiyah wanita taat yang bersuamikan firaun merupakan contoh bahwa ujian itulah yang terbaik bagi Asiyah yang mampu ia tanggung, yang akan menyebabkannya menjadi penghuni Surga. Suami terbaik untuk Asiyah agar ia semakin mencintai-Nya. Agar Asiyah tahu dan meyakini siapa yang harus ia utamakan yaitu keimanannya kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Allah sebaik-baik pemberi takdir. Dan apa saja kehendak Allah tak akan mendzalimi hamba yang Ia cintai. Wanita baik-baik untuk laki-laki baik menurut Allah agar hamba-hambaNya selalu dalam kebaikan. Allahlah yang lebih tahu laki-laki baik yang membuat wanita menjadi baik dan wanita baik yang membuat laki-laki menjadi baik.

Wallahua’lam bishawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s