Ampuni kami yang kerap kali pura-pura tobat

Kalimat yang kerap kali diucapkan ketika seseorang melakukan kesalahan lalu menyadarinya. Atau ketika melihat orang lain melakukan kesalahan. Namun, taukah kita arti dari ucapan itu? Sering kali itu hanyalah kepura-puraan saja. Astaghfirullah….PhotoGrid_1471335512947Astaghfirullah…..

Ketika sekumpulan orang sedang asyik bercerita tentang masa lalunya.salah seorang dari mereka bercerita saat dulu masih berpacaran dengan seorang adik tingkat. Kini ia sudah tidak berpacaran karena sudah tahu kalau itu adalah haram. Ia beristighfar, namun dengan senyum geli mengingat masa pacarannya. Tak luput juga ingatan akan keindahan semasa itu.

Lalu ada juga yang bercerita tentang kenakalan masa remajanya yang pernah bolos sekolah, bahkan pernah menjaili guru-gurunya. Ia bercerita seolah itu adalah hal yang lucu. Padahal sejatinya itu adalah hal yang buruk.

Begitukah perilaku orang yang bertobat? Saat dosa masa lalu yang harusnya ia tutupi dan ia tangisi malah diumbar dan dibagikan dengan canda tawa. Patutkah orang bersalah menertawai kesalahannya. Seperti itukah yang disebut dengan menyesal? Atau mungkin penyesalan dan tobat itu hanya kepura-puraan belaka.

Bertobat adalah menyesali kesalahan yang diperbuat baik yang sengaja ataupun tidak. Karena setiap yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak akan ada yang luput dari catatan malaikat di kanan dan kiri kita. Semua terekam dengan sempurna dan tidak akan terhapus tanpa tobat yang nasuha. Bukan hanya maghfiroh yang kita tuju tapi juga Aufun. Ampunan yang tidak akan Allah tanya lagi kelak dipengadilan akhirat.

Ketika kita sudah meninggalkan kemaksiatan yang pernah kita lakukan dahulu. Tapi mengingatnya dengan menceritakannya kepada banyak orang tapi dibumbui tawa renyah dan bukannya air mata bukanlah hal yang dianjurkan oleh Rasulullah. Setiap hari Nabi Muhammad beristighfar hingga seratus kali bahkan beliau orang yang amat menjaga perilakunya. Lalu, apakah pantas kita bertobat dengan menjadikan masa kelam kita sebagai guyonan. Tidak….
Astaghfirullah
Laailahailla anta subhanaka inni kuntumminadzolimiiin.

Memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalah kita akan membukakan pintu rahmat dan ampunannya. Ketika Allah telah mengampuni dosa-dosa kita maka kewajiban kita adalah mengubur dosa itu dan menggantinya dengan amal kebaikan. Menjadikan masa lalu kelam kita sebagai pengingat bahwa kita adalah manusia yang pernah berdosa agar kita tak merasa menjadi manusa suci. Jadikanlah masa lalu itu sebagai pengingat bahwa kita harus memperbanyak kebaikan kita sebagai pengganti begitu banyak waktu yang kita miliki yang tidak kita gunakan untuk hal yang baik.

Allah Maha Pengampun tetapi juga Maha Pemberi Balasan. Dialah yang akan memutuskan apakah taubat kita diterima atau tidak. Itulah sebabnya kita harus tetap beristighfar dan berdo’a karena kita tak pernah tau do’a mana yang yang akan dikabulkan Allah. Astaghfirullahal’adziim.

Hindarilah tobat sambel yaitu tobat yang tidak sungguh atau tobat yang hanya pura-pura. Tobat tapi tetap mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari. Hal itu amat dibenci oleh Allah. Naudzubillah…

Wallahua’alam bishawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s