Sudah puasa, shalat, dan zakat tetapi dihempaskan ke neraka

images(15)Kelima rukun Islam yakni syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji bila mampu adalah pilar umat Islam. Tidak disebut seorang muslim apabila ia tidak bersyahadat. Namun tak cukup syahadat, ia juga harus shalat. Namun ada orang yang telah shalat, puasa dan zakat tapi amalnya itu sia-sia bahkan ia terjerembab ke dalam neraka.

Shalat menjadi pencegah perbuatan keji dan mungkar. Maka siapapun dia, sebaik apapun akhlaknya jika ia tidak shalat maka ia tak memiliki pencegah bagi dirinya dari perbuatan yang keji dan mungkar. Maka shalatlah penjamin bagi seorang muslim agar tidak tersentuh kemaksiatan. Tentu bukan shalat yang tidak melibatkan ruhnya. Shalat yang dimaksud adalah shalat yang khusyuk. Shalat yang mampu membangun hubungan akrab antara Rabb dan Khaliknya.

Sedangkan puasa merupakan ajang penahan hawa nafsu. Muslim yang memperbanyak puasa merupakan muslim yang sudah terlatih menahan hawa nafsunya. Seorang pemuda disarankan untuk banyak berpuasa ketika ia belum menikah. Karena dengan berpuasa nafsunya tertahan. Hingga ia tidak akan kesulitan mengontrol syahwatnya yang begitu mudah dikendarai oleh syetan. Orang yang pandai menjaga syahwatnya maka ia orang yang dilindungi Allah dari api neraka.

Zakat menjadi pembersih harta kita dari apa-apa yang tidak menjadi hak kita. Dalam rejeki yang kita dapatkan ada rejeki orang lain yang Allah titipkan. Karenanya, kita harus berzakat agar kita tidak bathil menikmati harta yang ternyata bukan semuanya untuk kita. Jika kita memakan dan menggunakan segala sesuatu yang halal bersih dari hak orang lain In Shaa Allah hidup kita akan lebih berkah dan Allah akan memberi kita limpahan rahmatnya. Menjauhkan kita dari neraka yang penyebabnya dalah hal-hal yang tidak halal.

Sayangnya, ada orang yang tidak bisa melepaskan diri dari jeratan api neraka, meski ia sudah shalat, puasa, dan zakat. Suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabat
”Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu, lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala- pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang- orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)

Naudzubillah….inilah orang yang sangat rugi. Ia telah bersusah payah menggunakan waktunya untuk memperbanyak amal baiknya dengan puasa, shalat, dan zakat tetapi Allah Subhanahu wata’ala memutuskan neraka baginya. Karena ia mendzolimi orang lain dan mengambil hak orang lain. Untuk itu berhati-hatilah karena tak seorang pun dari kita yang dijamin masuk surga meski telah memiliki amal yang sedemikian banyak tak terhitung. Karena perbuatan bathil apalagi dzalim akan mengeruk semua pahala kita hingga tak bersisa.

Sebagai seorang mukmin amal baik tak hanya dikejar melalui habluminallah tetapi juga habluminannaas. Karena orang yang paling baik imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Jangan sampai amal yang kita peroleh dari shalat, puasa, dan zakat kita musnah diambil oleh orang yang kita dzalimi. Naudzubillah

Wallahua’lam bishawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s