Istri Harus Punya Tabungan

Dalam hidup rumah tangga suami adalah yang paling bertanggung jawab atas segala sesuatu. Termasuk kebutuhan istrinya segala hal termasuk kebutuhan premier istri juga suami yang harus memenuhinya. Tentu dengan atas dasar kemampuan suami. Tapi, si istri harus tetap punya tabungan sendiri.

Kenapa?

Tidak semua orang beruntung mendapat suami soleh yang setia. Ada istri yang suaminya pengkhianat. Hingga si istri harus memutuskan tali pernikahan dengan suaminya. Lalu, bagaimana jika si istri tidak punya tabungan sendiri. Dia tidak akan mampu membayar biaya perceraian, apalagi jika harus menggunakan jasa pengacara yang jelas tidak murah.

Jika suatu saat tiba-tiba suami sakit parah hingga tak mampu mencari nafkah, dari mana keluarga akan memiliki biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih jika anak ada yang masih sekolah. Tentu hal ini harus menjadi pertimbangan agar istri juga perlu mempunyai tabungan untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang buruk maka tabungan itu bisa digunakan untuk memulai usaha agar perekonomian keluarga tetap terjaga.

Selain itu, jika orang tua si istri membutuhkan bantuan keuangan. Istri tidak perlu sungkan minta dari suami. Karena istri sudah mempersiapkan tabungan yang bisa ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan mendadak atau jika ada keluarga dari pihak istri yang membutuhkan bantuan keuangan. Sedangkan posisi istri sedang tidak memungkinkan dirinya untuk bekerja.

Tabungan istri juga bisa digunakan ketika suami tiba-tiba terkena PHK atau usahanya bangkrut hingga keuangan keluarga berada dalam masalah. Maka tabungan istri bisa menjadi solusi untuk keluarga sementara suami berusaha mencari pekerjaan lagi. Selayaknya tabungan itu bisa digunakan secara bijak sebelum suami memperoleh pekerjaan atau berhasil membangun kembali wirausahanya.

Ketika suami meninggal, maka istri harus punya pegangan sendiri. Karena harta bersama harus dibagi untuk keluarga besar. Karena itu, istri harus punya tabungan pribadi selain tabungan keluarga. Karena jika suami meninggal maka keadaan tidak akan sama ketika suami masih hidup. Untuk itu, istri perlu menabung untuk kebaikan dirinya. Karena tidak semua keluarga orang yang ikhlas, ada juga beberapa diantaranya yang cinta dunia. Maka, istrilah yang perlu inisiatif mengelola keuangannya sendiri.

Meski tidak bekerja di luar rumah. Usahakanlah sebagai istri untuk punya tabungan sendiri. Karena, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi nanti. Mudah-mudahan jika kita bisa dengan bijak mengelola keuangan suami maka kita pun akan bijak mengelola hal yang lainnya. Menabung sebagian uang dari suami untuk diri sendiri merupakan hak istri. Hal itu adalah bagian dari kewajiban suami untuk memberi nafkah kepada istrinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s