Jangan terlalu berharap pada Taaruf

Sudah jelas dalam islam tidak ada pacaran. Yang ada adalah taaruf. Tapi, apakah taaruf itu akan selalu berhasil. Jawabnya adalah tidak.

Banyak orang yang melakukan proses taaruf tapi gagal ditengah jalan. Saat semua sudah disiapkan. Undangan sudah disebarkan, tapi ternyata pernikahan batal dilaksanakan.

Bahkan ada juga yang sudah di hari H pernikahan, tapi salah satu mempelai menolak untuk dinikahkan.

Lalu bagaimana?

Siapa yang salah?

Taarufnyakah?

Semua bisa salah, tapi semua juga bisa tidak bersalah. Akar permasalahannya adalah ketidaktahuan. Menikah tanpa pengetahuan itu seperti menegakkan benang basah. Pernikahan adalah proses ibadah panjang yang memerlukan dasar yang kuat. Pengetahuan tentang pribadi masing-masing adalah salah satu kunci suksesnya sebuah hubungan.

Cari tahu dulu si calon. Orang tuanya, kondisi keluarga, masa kecil si calon, pergaulan si calon, dan yang terpenting hubungan si calon dengan keluarganya. Pengetahuan tentang keluarga ini amat penting. Karena keluargalah yang membentuk karakter dan sifat seseorang. Keluarga adalah pembentuk probadi seseorang. Disanalah pendidikan dimulai, dan manusia berkualitas dimulai dari keluarga berkualitas.

Apakah Fatimah sama sekali tidak tahu apapun tentang Ali? Tentu saja bukan begitu. Ali adalah panglima perang yang tangguh, kesholehannya terjamin, dan beliau orang yang dapat dipercaya.

Rasulullah tidak pernah sembarangan menikahkan anaknya dengan orang lain. Ketahui dulu kualitas si calon. Tataruf itu bukan judi. Yang memutuskannya hanya berdasarkan tebak-tebakan.

Diperlukan perkenalan, pengetahuna tentang keluarga, dan kejiwaan si calon mempelai. Jangan berani menikah dengan orang yang tidak kamu ketahui apapun tentangnya.

Ketahuilah dengan kualitas si calon dengan mengujinya. Mintalah teman atau orang yang kamu percaya untuk menginap dirumah si calon dan minta dia melaporkan kegiatan keseharian si calon padamu.

Diskusikan dengan orang tuamu tentanh apa saja terkait si calon. Tanyakan pertimbangan mereka jika kamu menikah dengan si A bagaimana.

 photo-2

Dan yang terpenting dari itu semua. Shalat istikhoroh. Tanyakan kepada Sang Pembuat takdir. Siapakah yang terbaik untukmu. Untuk masa depan akhiratmu.

Untukmu yang sedang taaruf. Jangan terlalu berharap pada taaruf. Tapi berharaplah kepada Allah Subhanahuwata’ala. Karena segala sesuatu ada didalam kehendaknya. Baik atau buruk hasilnya nanti hanya Allah lah yang tahu. Karena itu, bertanyalah kepada Allah dalam malam-malam panjang yang syarat dengan do’a-do’a. Agar kelak Allah sendirilah yang akan menolongmu ketika badai menerpamu.

Jika kamu terlalu yakin bahwa dengan taaruf kamu pasti akan mendapatkan pria soleh yang bertanggung jawab. Maka, kamu salah. Taaruf bukanlah jaminan. Tapi, taaruf adalah satu-satunya cara Islam memuliakan proses pernikahan.

Jika suatu saat ada yang salah dengan pernikahanmu. Kamu perlu mengingat proses taarufmu, apakah sudah sesuai dengan peraturan Islam atau belum. Sudahkah kamu benar-benar mengenal latat belakang calonmu atau belum.

Wallahua’lam bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s