Jangan Paksa Orang Lain Memakai Sepatu Kita

Coba saja minta orang lain pakai sepatumu yang ukuran 36 padahal ukuran kakinya 39 apa yang akan terjadi? Kesempitan pastinya atau malah kakinya tidak bisa masuk. Yahh tentu saja, makanya jangan paksa orang lain memakai sepatu kita. semua orang punya ukurannya masing-masing. Termasuk juga dalam kehidupan.

Misalnya ada orang seorang ibu-ibu sosialita yang menggunakan tas yang haganya kisaran 10 juta belum lagi sepatunya yang harganya juga tidak kalah mahal sekitar 15 jutaan. Dia berjalan dengan langkah mantap sambil tidak lupa memakai kaca mata hitam mengkilat yang menutupi matanya. Tampak sekali seperti kalangan kelas atas dengan gaya ala selebriti papan atas.

Di lain pihak ada peempuan sederhana yang biasa pulang-pergi naik bis umum. Kadang naik yang kelas eksekutif kadang juga dia naik bis kelas ekonomi. Yang penting baginya sampai di tempat kerja dengan selamat dan tepat waktu. Tidak ada tas mewah, sepatu mahal, atau pakaian branded yang dipakainya. Semua sederhana sepeti pribadinya yang juga sederhana.

Mana yang lebih baik?

fashion_hijab_elma_theana-20160902-005-rita

Ibu-ibu sosialita atau si perempuan sederhana?

Peluangnya sama, tergantung kaca mata apa yang digunakan untuk menilai kedua oang itu. ibu-ibu sosialita dengan barang-barang brandednya bisa jadi memang itulah yang mampu dibelinya. Itu pun dia juga harus menahan keinginannya untuk membeli barang yang kelasnya lebih mewah dengan harga yang fantastis. Seperti tas 15 juta yang dipakainya itu dia beli dengan menahan rasa keinginannya untuk membeli tas yang semahal tas koleksi artis top Angel Lelga yang bisa digunakan untuk membeli tanah. Itulah tantangan yang harus dihadapi oleh si ibu sosialita ini.

Lalu….kenapa harus ada yang nyinyir. Dia tidak melakukan tindakan kriminal dengan membeli barang-baang mewah jika memang uang yang digunakan berasal dari sumbel yang legal dan halal. Itulah rejekinya, itulah hak yang diberikan Tuhan untuknya. Toh dia tidak mengganggu kita, tidak juga menggunakan uang kita.

Si perempuan sederhana juga tidak perlu membeli barang-baang mewah jika memang bukan itu kebiasaannya. Tidak usah memaksakan diri, apalagi sampai susah-susah kredit dengan rentenir pula hanya untuk membiayai gengsi. “Hidup ini murah kawan, gengsi yang membuatnya mahal”. Tidak perlu juga nyinyir dengan orang yang bersikap dan hidup sederhana. Tidak ada yang salah dengan itu.

hakim-kanada-minta-wanita-muslim-lepas-hijab-di-ruang-sidang-ydv

Dan dia pun tidak perlu dipaksa untuk berusaha keras supaya bisa membeli tas atau sepatu mewah. Garis hidupnya saat ini memang bukan untuk hidup bermewah-mewah. Tugasnya saat ini adalah untuk menjadi manusia sederhana yang hanya pelu rasa syukur. Kita tidak pernah tahu buah dari keikhlasan.

Mulai sekarang berhentilah menjadi biang nyinyir apalagi sampai menjadi bagian dari haters. Semua orang punya garis hidupnya sendiri. Jangan paksa mereka berpikir sepeti kita, karena apa yang mereka lalui dan hadapi tidak sama dengan kita. Stop!  Jangan paksa orang lain memakai memakai sepatu kita. Beda kaki beda ukuran. Beda masalah beda juga cara menyikapinya.

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apapun yang mereka kerjakan.” (surat Al- Imron: 120)

Sebab itulah kita tidak boleh merasa lebih tahu apa yang ada didalam kehidupan orang lain karena kita tak berada dalam posisinya. Wallhua’lam Bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s